u3-ddd9f72d-9e3f-485f-a035-8d2c6f2f88e3-1
Lembaran yang terlambat ku baca

Lembaran surat yang kini kubaca, Puluhan pesan yang dulu kujawab angkuh, tak kusangka setiap kata yang kulewatkan menjadi jarak yang tak bisa kupulihkan

Air mata jatuh tanpa permisi, membasahi wajah di detik detik sunyi, saat ia terbaring dengan napas yang menipis, terhubung selang yang menjaga sisa hidupnya 

Ada banyak hal yang ingin kutanya banyak kata yang belum sempat ku sampaikan namun suaranya perlahan memudar hilang seperti ditelan waktu yang kejam

rasanya hilang seperti ditampar kenyataan dihantam rasa penyesalan yang datang terlambat terhempas jauh dari apa yang dulu kupikirkan tentang “nanti” yang ternyata tak selalu ada

Benar, setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Keras kepala yang dulu membuatku jengkel ternyata menyimpan banyak pelajaran hidup

Kini hanya suara candanya yang tersisa bergema di ingatan yang tak lagi bisa kupeluk. Aku benar benar mengerti bagaimana rasanya kehilangan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait